<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hanya Sebuah Perenungan!!!</title>
	<atom:link href="http://blogsaep.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogsaep.wordpress.com</link>
	<description>&#124;Komputer&#124;Motivasi&#124;Religi&#124;</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 13:28:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='blogsaep.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/758c3ccf00b89599097719a913b65950?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Hanya Sebuah Perenungan!!!</title>
		<link>http://blogsaep.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://blogsaep.wordpress.com/osd.xml" title="Hanya Sebuah Perenungan!!!" />
	<atom:link rel='hub' href='http://blogsaep.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Surat dari Pejuang Hamas di Gaza Untuk Indonesia</title>
		<link>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/27/surat-dari-pejuang-hamas-di-gaza-untuk-indonesia/</link>
		<comments>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/27/surat-dari-pejuang-hamas-di-gaza-untuk-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 13:28:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Birma Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogsaep.wordpress.com/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[Untuk saudaraku di Indonesia Mengapa saya memilih mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia ? Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di atas bumi ini, bukan demikian saudaraku? Saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogsaep.wordpress.com&amp;blog=7437938&amp;post=377&amp;subd=blogsaep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://blogsaep.files.wordpress.com/2012/01/hamas1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-378" title="Hamas" src="http://blogsaep.files.wordpress.com/2012/01/hamas1.jpg?w=690&#038;h=447" alt="" width="690" height="447" /></a>Untuk saudaraku di Indonesia</p>
<p>Mengapa saya memilih mengirim<br />
surat ini untuk kalian di Indonesia ?<br />
Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di atas bumi ini, bukan demikian saudaraku?<br />
<a name="more"></a><br />
Saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama&#8217;ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama&#8217;ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.<br />
<span id="more-377"></span><br />
Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama&#8217;ah haji asal Gaza sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama&#8217;ah haji dari negara kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian. Wah pasti uang kalian sangat banyak, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut<br />
yang menunaikan ibadah haji yang kedua kalinya, Subhanallah.</p>
<p>Wahai saudaraku di Indonesia,<br />
Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa kami tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Pasti sangat indah dan mengagumkan. Negeri kalian aman, kaya, dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negeri kalian.</p>
<p>Pasti ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.</p>
<p>Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku, tidak seperti di negeri kami ini. Tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah. Sehingga istri kami terpaksa melahirkan di<br />
atas mobil, saudaraku.!</p>
<p>Susu formula bayi adalah barang langka di Gaza sejak kami diblokade 2 tahun yang lalu, namun istri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga 2 tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar Asi mereka, istri kami rela minum air rendaman gandum.</p>
<p>Namun, mengapa di negeri kalian katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas<br />
siapa ayah dan ibunya. Terkadang ditemukan mati di parit-parit, selokan, dan tempat sampah. Itu yang kami dapat dari informasi di televisi.</p>
<p>Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus aborsinya untuk wilayah Asia. Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang<br />
bisa melakukan hal hina seperti itu?</p>
<p>Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa. Memang hampir setiap hari di Gaza sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati. Namun, bukanlah di selokan-selokan atau got-got apalagi di tempat sampah. Mereka mati syahid saudaraku! Mati syahid karena serangan roket Israel!</p>
<p>Kami temukan mereka tak bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan Zionis Israel. Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan kami terhadap penjajah Yahudi.</p>
<p>Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negeri ini.<br />
Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009 kemarin, saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 di antaranya adalah anak-anak kami,<br />
namun sejak penyerangan itu pulasampai hari ini, kami menyambut<br />
lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!</p>
<p>Wahai saudaraku di Indonesia,<br />
Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? Apa negeri kalian diblokade juga?</p>
<p>Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi, apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade. Sungguh kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai tata usaha di kantor pemerintahan HAMAS sudah 7 bulan ini belum menerima gaji bulanan saya. Tetapi Allah SWT yang akan mencukupkan rizki untuk kami.</p>
<p>Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan<br />
pernikahan. Ya, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru, saudaraku.</p>
<p>Dan Perdana Menteri kami, Ustad Isma&#8217;il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.</p>
<p>Wahai saudaraku di Indonesia,<br />
Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqah pembinaan di negeri antum (anda). Seperti yang diceritakan teman saya, program pengajian kalian pasti bagus, banyak kitab mungkin yang kalian yang telah baca.<br />
Dan banyak buku-buku pasti sudah kalian baca. Kalian pun bersemangat kan? Itu karena kalian punya waktu.<br />
Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini. Satu jam, ya satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqah. Setelah itu kami harus terjun ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang diberikan kepada kami.</p>
<p>Kami disini sangat menanti-nantikan saat halaqah tersebut walau hanya satu jam. Tentu kalian lebih bersyukur. Kalian punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqah, seperti ta&#8217;aruf, tafahum, dan takaful disana.</p>
<p>Hafalan antum pasti lebih banyak daripada kami. Semua pegawai dan pejuang HAMAS disini wajib<br />
menghapal Surah Al-Anfal sebagai nyanyian perang kami, saya menghafal di sela-sela waktu<br />
istirahat perang, bagaimana dengan kalian?</p>
<p>Akhir Desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 Juz anakku yang<br />
pertama. Ia merupakan diantara 1000 anak yang tahun ini menghafal Al-Qur&#8217;an dan umurnya baru 10<br />
tahun.</p>
<p>Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal Al-Qur&#8217;an ketimbang anak-anak kami disini. Di Gaza tidak ada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) seperti di tempat kalian yang menyebar seperti jamur di musim hujan. Disini anak-anak belajar diantara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi<br />
beberapa helai daun kurma.</p>
<p>Ya, di tempat itu mereka belajar, saudaraku. Bunyi suara setoran hafalan Al-Qur&#8217;an mereka<br />
bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel. Ayat-ayat jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung mereka rasakan.</p>
<p>Oh iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia. Kami menyaksikan aksi demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur. Karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.</p>
<p>Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami disini, termasuk kalian yang di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan, saudaraku.<br />
Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.</p>
<p>Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telpon dan fax yang masuk.<br />
Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi.</p>
<p>Salam untuk semua pejuang-pejuang Islam, ulama-ulama dan calon mujahidin mujahidin kalian.</p>
<p>* Abdullah Al Ghaza</p>
<p>Seluruh isi surat ini telah<br />
diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari Bahasa Arab,<br />
yang dikirim oleh seseorang bernama Abdullah Al Ghaza<br />
yang Mengaku dari Gaza City-Jalur Gaza<br />
melalui surat elektronik(Email)<br />
dan artikel diterbitkan oleh Buletin Islami</p>
<p><em>Sumber: pksnongsa.blogspot.com</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogsaep.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogsaep.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogsaep.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogsaep.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogsaep.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogsaep.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogsaep.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogsaep.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogsaep.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogsaep.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogsaep.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogsaep.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogsaep.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogsaep.wordpress.com/377/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogsaep.wordpress.com&amp;blog=7437938&amp;post=377&amp;subd=blogsaep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/27/surat-dari-pejuang-hamas-di-gaza-untuk-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6a12135a886469ea909201cd1baf912b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Saepudin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogsaep.files.wordpress.com/2012/01/hamas1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hamas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Thifan Po Khan Tsufuk</title>
		<link>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/23/thifan-po-khan-tsufuk/</link>
		<comments>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/23/thifan-po-khan-tsufuk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 02:15:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Birma Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beladiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogsaep.wordpress.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Video ini merupakan beladiri Thifan Po Khan Tsufuk. Untuk lebih jelasnya silahkan di tonton aja biar lebih tahu tentang beladiri ini.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogsaep.wordpress.com&amp;blog=7437938&amp;post=361&amp;subd=blogsaep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Video ini merupakan beladiri Thifan Po Khan Tsufuk. Untuk lebih jelasnya silahkan di tonton aja biar lebih tahu tentang beladiri ini. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://blogsaep.files.wordpress.com/2012/01/untitled-11.gif"><img class="aligncenter  wp-image-370" title="Thifan Tsufuk" src="http://blogsaep.files.wordpress.com/2012/01/untitled-11.gif?w=120&#038;h=194" alt="" width="120" height="194" /></a></p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/23/thifan-po-khan-tsufuk/"><img src="http://img.youtube.com/vi/pwElNQWakbM/2.jpg" alt="" /></a></span>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogsaep.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogsaep.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogsaep.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogsaep.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogsaep.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogsaep.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogsaep.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogsaep.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogsaep.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogsaep.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogsaep.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogsaep.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogsaep.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogsaep.wordpress.com/361/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogsaep.wordpress.com&amp;blog=7437938&amp;post=361&amp;subd=blogsaep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/23/thifan-po-khan-tsufuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6a12135a886469ea909201cd1baf912b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Saepudin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogsaep.files.wordpress.com/2012/01/untitled-11.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Thifan Tsufuk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Bertarung</title>
		<link>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/22/tips-bertarung/</link>
		<comments>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/22/tips-bertarung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 03:22:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Birma Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beladiri]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogsaep.wordpress.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini terilhami selama saya belajar beladiri, terutama beladiri yang saya pelajari sekarang adalah Thifan Po Khan Tsufuk. Ya walaupun sebenarnya saya menjadi tamid tsufuk sekitar 1,5 tahun jadi masih ecek-ecek. Hehe Dan janga berpikiran saya uda mahir ya, justru saya masih awam dalam beladiri, saya hanya ingin sedikit berbagi saja pengalaman saya. Kalau memang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogsaep.wordpress.com&amp;blog=7437938&amp;post=347&amp;subd=blogsaep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blogsaep.files.wordpress.com/2012/01/images1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-348" title="Turgul" src="http://blogsaep.files.wordpress.com/2012/01/images1.jpg?w=690" alt=""   /></a>Tulisan ini terilhami selama saya belajar beladiri, terutama beladiri yang saya pelajari sekarang adalah Thifan Po Khan Tsufuk. Ya walaupun sebenarnya saya menjadi tamid tsufuk sekitar 1,5 tahun jadi masih ecek-ecek. Hehe <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan janga berpikiran saya uda mahir ya, justru saya masih awam dalam beladiri, saya hanya ingin sedikit berbagi saja pengalaman saya. Kalau memang ada kesalahan dan masukan mohon untuk diklarifikasi ya…</p>
<p>Tanggal 29 Januari 2012 adalah ujian kenaikan tingkat, jadi saya sebisa mungkin untuk mempersiapkan diri daripada pas turgul/sparing bonyok (lebay ya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ) mendingan berlelah-lelah dahulu. Kan ada sebuah peribahasa lebih baik mandi keringan daripada mandi darah. Artinya lebih baik kita latihan yang maksimal daripada pas harinya kita keyok…haha</p>
<p>Jadi ini tips ini lebih kepada persiapan saya untuk ujian tingkat karena kalau ketemu tamid dari lanah lain kita ga tahu karakteristik bertarung mereka. Karena saya pernah dengar dari sahabat saya kalau gaya bertarung dari daerah bandung mah nyantai karena kondisi alamnya yang sejuk. Dan kalau gaya bertarung dari daerah yang panas seperti daerah Jakarta, Depok, Surabaya cenderung agak keras (Ini kata teman saya lo jadi belum bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah..hehe).</p>
<p>Pemahaman ini lebih banyak dari pengalaman dan masukan ustad/pembimbing saya. Jadi tipsnya adalah<span id="more-347"></span></p>
<ul>
<li><strong>Mata melihat ke depan atau arah lawan</strong></li>
</ul>
<p>Ya pengalaman saya adalah kalau pas tarung/turgul terkadang suka lihat kebawah. Nah, terkadang kita fokus pada tangan dan kaki lawan, tidak fokus kepada mata dan pikiran lawan. Jadi kita sulit untuk mengantisipasi serangan lawan selanjutnya. Akhirnya jebret kena dech.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<ul>
<li><strong>Kalau di serang jangan diam tapi serang balik</strong></li>
</ul>
<p>Pernah inget ga filosofi sepak bola bertahan yang paling baik adalah serangan, ip man filosofi bertarungnya bertahan sambil menyerang sedangkan bruce lee filosofinya jangan menunggu kita diserang dulu tapi saat serangan itu kita potong serangannya. Jadi intinya, saat kita diserang sebenarnya pertahanan mereka kosong jadi itulah momentum yang bagus buat menyerang. Jangan nunggu mereka selesai menyerang kita dulu dan kita bertahan karena saat kita mau menyerang balik mereka sudah siap kembali jadi kita sulit untuk mencari celahnya.</p>
<ul>
<li><strong>Jangan mau ditekan</strong></li>
</ul>
<p>Ya walaupun ukuran badan saya yang mungil, tapi pembimbing saya bilang jangan mau ditekan. Kalau kita terus-terusan ditekan, efek selanjutnya mental mereka akan lebih percaya diri sedangkan kepercayaan diri kita semakin berkurang.</p>
<ul>
<li><strong>Kalau dalam zona serang, ya kita serang</strong></li>
</ul>
<p>Terkadang yang saya alami saking hati-hatinya sehingga tidak ada yang menyerang, semuanya pada diem. Jadi kalau memang sudah dalam zona jangkauan kita ya kita serang kalau tidak bersiap-siaplah kita yang diserang.</p>
<ul>
<li><strong>Harus tenang</strong></li>
</ul>
<p>Ketenangan adalah modal penting dalam bertarung, kalau kita tidak tenang dan banyak perasaan was-was justru itu kurang baik. Sebanyak apapun jurus yang kita punya percuma karena pikiran kita yang tidak tenang. Ya ini lebih ke pengalaman saya saat saya bertarung dengan tingkatan yang lebih tinggi saya kurang berkembang karena pikiran saya kurang tenang. Tapi saat bertarung dengan lawan yang tingkatannya dibawah saya justru jurusnya lebih aplikatif. Dan ketenangan ini akan berkembang kalau kita rajin berlatih dan bertarung.</p>
<ul>
<li><strong>Jangan pernah meremehkan lawan</strong></li>
</ul>
<p>Kalau kita lihat orang itu badannya lebih kecil dari kita terkadang kita punya pikiran diatas angina, padahal boleh jadi dia lebih baik daripada kita.</p>
<ul>
<li><strong>Jangan lupa lindungi kepala</strong></li>
</ul>
<div>Kepala adalah bagian vital dalam diri manusia, karena didaerah kepala ada pusat keseimbangan kita yaitu di sekitar telinga. Jadi terkadang kalau kita merasa diatas angin dalam pertarungan dan kita keasyikan menyerang, eh tahu-tahu pertahanan kepala kita terbuka. Dan saya sering diingatkan oleh pembimbing saya jangan lupa lindungi kepala, karena kalau uda kena kepala. Aduh lumayan dach&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div><span style="color:#ff0000;">Ya itu sedikit berbagi pengalaman dari saya dan kalau ada masukan dan koreksi kasih tahu saya ya…hehe</span></div>
<p>Semoga bermanfaat</p>
<p>Wallahualam…</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogsaep.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogsaep.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogsaep.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogsaep.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogsaep.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogsaep.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogsaep.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogsaep.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogsaep.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogsaep.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogsaep.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogsaep.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogsaep.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogsaep.wordpress.com/347/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogsaep.wordpress.com&amp;blog=7437938&amp;post=347&amp;subd=blogsaep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/22/tips-bertarung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6a12135a886469ea909201cd1baf912b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Saepudin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogsaep.files.wordpress.com/2012/01/images1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Turgul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Menambahkan Backsound di WordPress</title>
		<link>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/21/menambahkan-backsound-di-worpress/</link>
		<comments>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/21/menambahkan-backsound-di-worpress/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 23:07:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Birma Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogsaep.wordpress.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[Ok guys, mungkin teman2 pernah masuk ke sebuah situs/blog terus di situs ada backsoundnya. Nah sy pun dulu bagaimana supaya ada backsoundnya di wordperss yang gratisan. Karena saya cari di om google kebanyakan pake plugin buat wordpress yang berbayar. Maklum lagi boke buat beli yang berbayar. Ok langsung aja caranya Pertama masuk ke situs soundcloud.com [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogsaep.wordpress.com&amp;blog=7437938&amp;post=336&amp;subd=blogsaep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ok guys, mungkin teman2 pernah masuk ke sebuah situs/blog terus di situs ada backsoundnya. Nah sy pun dulu bagaimana supaya ada backsoundnya di wordperss yang gratisan. Karena saya cari di om google kebanyakan pake plugin buat wordpress yang berbayar. Maklum lagi boke buat beli yang berbayar.</p>
<p>Ok langsung aja caranya</p>
<p>Pertama masuk ke situs <a href="http://soundcloud.com/" target="_blank">soundcloud.com</a></p>
<p>Terus teman2 login dah, dan kalau belum punya account daftar dulu dong.hehe</p>
<p>Kalau sudah login pilih menu Upload &amp; Share</p>
<p>Setelah upload backsound yang akan dijadikan backsound di situs/blog kita</p>
<p>Kalau prosesnya uda beres, cari kata-kata share dan copy kan embed kode di situs/blog kita</p>
<p>Terus lihat kejadiannya…hehe <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dijamin agan2 yang bekunjung ke situs/blogmu jadi betah deh…tp inget backsoundnya yang enak ya…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogsaep.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogsaep.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogsaep.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogsaep.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogsaep.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogsaep.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogsaep.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogsaep.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogsaep.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogsaep.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogsaep.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogsaep.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogsaep.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogsaep.wordpress.com/336/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogsaep.wordpress.com&amp;blog=7437938&amp;post=336&amp;subd=blogsaep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/21/menambahkan-backsound-di-worpress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6a12135a886469ea909201cd1baf912b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Saepudin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Munculnya Thifan Po Khan</title>
		<link>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/21/sejarah-munculnya-thifan-po-khan/</link>
		<comments>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/21/sejarah-munculnya-thifan-po-khan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 04:54:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Birma Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beladiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogsaep.wordpress.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Thifan adalah nama suatu daerah di Negeri Turkistan Timur, daerah jajahan China yang kemudian diganti namanya menjadi Sin Kiang, yang artinya Negeri Baru (Lihat Turkistan: Negeri Islam Yang Hilang, DR. Najib Kailany). Namun kalau kita simak dalam peta dunia, yang akan kita temukan adalah nama Turfan, daerah otonomi yang termasuk dalam wilayah China Utara. Turkistan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogsaep.wordpress.com&amp;blog=7437938&amp;post=313&amp;subd=blogsaep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://blogsaep.files.wordpress.com/2012/01/thifan.png"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-314" title="Thifan Po Khan" src="http://blogsaep.files.wordpress.com/2012/01/thifan.png?w=68&#038;h=150" alt="" width="68" height="150" /></a>Thifan adalah nama suatu daerah di Negeri Turkistan Timur, daerah jajahan China yang kemudian diganti namanya menjadi Sin Kiang, yang artinya Negeri Baru (Lihat Turkistan: Negeri Islam Yang Hilang, DR. Najib Kailany). Namun kalau kita simak dalam peta dunia, yang akan kita temukan adalah nama Turfan, daerah otonomi yang termasuk dalam wilayah China Utara.</p>
<p style="text-align:justify;">Turkistan Barat dijajah oleh Rusia yang memasukkannya ke dalam wilayah Uni Sovyet. Sebelum Islam datang ke daerah ini, beberapa suku asli seperti Tayli, Kimak, Doghan, Oirat, Kitan, Mongol, Naiman, dan Kati telah memiliki sejenis ilmu beladiri purba berbentuk gumulan, sepak tinju dan permainan senjata yang dinamakan &#8220;kagrul&#8221;, yang dipadukan dengan pengaturan napas Kampa.</p>
<p style="text-align:justify;">Dakwah Islam mulai disebarkan di Turkistan kira-kira pada dua abad setelah hijriah, sebagaimana tertulis dalam Kitab Zhodam :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Maka tatkala sampailah dua abad lepas hijrah orang-orang sempadan tanah China arah utara itu masuk Islam. Lalu ilmu pembelaan diri masa mereka memeluk Budha itu dibawanya pula dalam alam Islam, tetapi ditinggalkannya segala upacara yang bersangkut paut dengan kebudhaannya seumpama segala penyembahan, cara bersalam dengan mengatupkan kedua belah tangan, lambang-lambang, dan segala istilah.&#8221; </em> (ZHODAM, Telif Syiharani, halaman 9).</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut M. Rafiq Khan dalam bukunya &#8220;Islam di Tiongkok&#8221;, mengatakan sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">     <em>“Orang Muslim pertama yang datang di Tiongkok ialah dalam zaman pemerintahan Tai Tsung, kaisar kedua dari dinasti Tang (627-650 Masehi). Jumlah mereka ada empat orang, seorang berkedudukan di Kanton, yang kedua di kota Yang Chow, yang ketiga dan yang keempat berdiam di kota Chuang Chow. Orang yang mula-mula mengajarkan Islam ialah Saad bin Abi Waqqas, yang meletakkan batu-batu pertama mesjid Kanton yang terkenal sekarang sebagai Wai-Shin-Zi, yaitu Mesjid untuk kenang-kenangan kepada Nabi”<span id="more-313"></span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Dituliskannya pula bahwa selama Pemerintahan Tai Chong (Kaisar ke-2 dari Dinasti Tsung tahun 960-1279 Masehi) Tiongkok diserbu oleh penguasa Muslim dari Kashgharia, yaitu Baghra Khan beserta pasukannya, lalu menduduki Sin Kiang (Simak : Islam di Tiongkok; M. Rafiq Khan dan Sejarah Da’wah Islam; Thomas W. Arnold).</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini disepakati oleh seorang China ahli sejarah terkenal yang bernama Prof. Chin Yuan menyatakan bahwa orang-orang Islam mengirimkan utusan-utusan mereka ke Tiongkok dalam tahun 651, utusan-utusan itu bertemu dengan Kaisar Tiongkok di Changan (Sianfu), ibukota Tiongkok pada waktu itu. Pada tahun 713 M. perbatasan barat Tiongkok dikuasai oleh seorang jenderal Arab yang terkenal bernama Qutaiba bin Muslim, pada waktu itu ia telah menaklukkan daerah yang luas di Asia Tengah dan namanya sangat ditakuti.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari uraian di atas dapat dilihat bagaimana hubungan atau interaksi antara dakwah Islam dengan tumbuhnya berbagai macam beladiri di kawasan Tiongkok, sehingga terjadi pula Islamisasi beladiri. Sesuai dengan bahasa Urwun yang merupakan bahasa asalnya, Thifan Po khan berarti &#8220;Kepalan Tangan Bangsawan Thifan&#8221;. Beladiri ini mempunyai riwayat tersendiri yang khas sebagaimana diceritakan dalam kitab yang bernama Zhodam.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada awalnya ada sejenis cara pembelaan diri purba berbentuk gumulan, sepak tinju dan permainan senjata yang disebut Kagrul, bercampur Kumfu China Purba. Dulu, adalah seorang pendeta Budha bernama Ponitorm/Tamo Sozhu/Tatmo/Darma Taishi yang berasal dari Hindustan. Dia mengembara ke China untuk menyebarkan ajarannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam pengembaraannya sampailah ia ke kawasan Liang yang diperintah oleh Raja Wu, karena terkena fitnah ia melarikan diri dan sampai di Bukit Kao, di sana ia merenung selama 9 tahun. Menyadari murid-muridnya sering mendapat gangguan, baik dari binatang buas, manusia, atau penyakit yang mengakibatkan kurang lancarnya misi penyebaran agama Budha, maka ia pun menyusun suatu rangkaian gerak pembelaan diri seperti tersebut di atas.</p>
<p style="text-align:justify;">Campuran Kumfu China Purba dengan Kampahana Tinju Hindustan yang diatur dengan jalan pernapasan Yoga Dahtayana membentuk Shourim Kumfu/Shaolin Kungfu di wihara-wihara. Pengkajian beladiri ini disusun dalam Kitab <em>I Zen Zang </em>serta ilmu batinnya dalam Kitab <em>Hzen Souzen</em>. Sampai di sini ada kesamaan sejarah dengan beladiri lain seperti Shorinji Kempo, Karate, dan lain-lain, yang masih satu sumber.</p>
<p style="text-align:justify;">Aliran Shourim terus berkembang ke arah utara China dan memasuki daerah orang Lama (Tibet) dan orang Wigu (Turki). Di sana aliran Shourim ini pun pecah menjadi berpuluh-puluh cabang. Setiap cabang pun berkembang dan terpengaruh alam tempat pertumbuhan aliran tersebut. Pecahnya aliran ini disebabkan Dinasti yang berkuasa tidak menyukai orang Shourim.</p>
<p style="text-align:justify;">Tersebutlah seorang bangsawan bernama Je&#8217;nan dari Suku Tayli yang pandai ilmu Syara dan terkenal sebagai ahund (ustadz atau guru) muda. Je&#8217;nan menghimpun ilmu-ilmu beladiri itu dan ia pun berguru pada pendekar Namsuit serta orang-orang Wigu. Bersama para pendekar Muslim lain yang memiliki keahlian ilmu Gulat Mogul, Tatar, Saldsyuk, Silat Kitan, Tayli, mereka pun membentuk sebuah aliran bernama Shurul Khan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Shurul Khan inilah terbentuk sembilan aliran seperti yang tersebut di atas. Aliran-aliran ini kemudian digubah, ditambah, ditempa, dialurkan, lalu dipilah, diteliti dan dikaji sebagai cikal bakal munculnya Thifan. Pada masa itu pengaruh Islam sudah masuk ke dalam beladiri ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : Buku Thifan Po Khan Tsufuk</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogsaep.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogsaep.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogsaep.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogsaep.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogsaep.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogsaep.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogsaep.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogsaep.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogsaep.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogsaep.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogsaep.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogsaep.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogsaep.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogsaep.wordpress.com/313/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogsaep.wordpress.com&amp;blog=7437938&amp;post=313&amp;subd=blogsaep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/21/sejarah-munculnya-thifan-po-khan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6a12135a886469ea909201cd1baf912b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Saepudin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogsaep.files.wordpress.com/2012/01/thifan.png?w=68" medium="image">
			<media:title type="html">Thifan Po Khan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lama Sendiri Bikin Futur</title>
		<link>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/20/lama-sendiri-bikin-futur/</link>
		<comments>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/20/lama-sendiri-bikin-futur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 12:16:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Birma Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogsaep.wordpress.com/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini saya coba mengulas sedikit tentang salah satu kondisi yang membuat kita futur. Mungkin oleh orang-orang awam kata futur asing tapi bagi para aktivis dakwah kata futur sudah tidak asing lagi. Ya, futur adalah kondisi dimana kita mengalami penurunan, baik itu penurunan semangat ataupun produktivitas. Sebanarnya futur merupakan gejala alami yang dialami setiap manusia, karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogsaep.wordpress.com&amp;blog=7437938&amp;post=304&amp;subd=blogsaep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://blogsaep.files.wordpress.com/2012/01/dark-thinking-loneliness-alone-broken23.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-311" title="Sendiri" src="http://blogsaep.files.wordpress.com/2012/01/dark-thinking-loneliness-alone-broken23.jpg?w=150&#038;h=99" alt="" width="150" height="99" /></a>Kali ini saya coba mengulas sedikit tentang salah satu kondisi yang membuat kita futur. Mungkin oleh orang-orang awam kata futur asing tapi bagi para aktivis dakwah kata futur sudah tidak asing lagi. Ya, futur adalah kondisi dimana kita mengalami penurunan, baik itu penurunan semangat ataupun produktivitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebanarnya futur merupakan gejala alami yang dialami setiap manusia, karena kita tahu manusia merupakan makhluk yang pasti mengalami fluktuatif keimanan. Biasanya gejala futur berbanding lurus dengan melemahnya keimanan dalam diri seseorang. Saya pernah mendengar perkataan dari salah satu ustad kalau kita mengalami gejala futur, misalnya dalam sehari kita biasa tilawah minimal 1 juz dan karena gejala futur produktivitas tilawah kita menurun kurang dari 1 juz perhari. Yang terpenting adalah jangan sama sekali kita tidak tilawah. Ini bukan berarti saya menjustifikasi kalau kita futur target tilawah kita tidak mengapa dikurangi, kalau memang masih bisa kita lawan ya itu lebih baik. Karena yang menjadi permasalahan futur biasanya ada dalam pikiran kita, kalau pikiran kita bisa kita kondisikan dan dikendalikan itu lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Kondisi futur dalam diri seseorang tidak selalu sama dengan orang lain, bisa jadi dipengaruhi juga oleh latar belakang dan psikologis orang tersebut. Dan kita harus bisa menganalisis faktor-faktor yang bisa membuat kita futur. Dan di tulisan ini saya akan sedikit berbagi tentang kondisi futur yang salah satu faktornya adalah lama sendiri dan menjauh dari organisasi/jamaah.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti kita tahu dalam sebuah organisasi/jamaah pasti akan ada pergesekan dan itu hal biasa dalam sebuah organisasi karena disana ada perbagai kepala yang berbeda. Dan saya sendiri sering mengalami gesekan-gesekan tersebut. Tapi setelah saya merenung dan menyendiri ternyata gesekan itu lebih terjadi karena keegoisan dan ketidakdewasaan dalam menyikapi persoalan.<span id="more-304"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Manusia adalah makhluk sosial dan manusia tidak bisa hidup sendiri. Dan sudah selayaknya kita hidup berorganisasi/berjamaah. Kita analogikan singa atau macan pasti mengincar mangsa yang sendiri, dan kalau mangsanya itu awalnya berkelompok, mereka mencoba untuk memecah belah kelompok sampai ditemukan mangsa yang terpisah dari kelompoknya. Dan kita harus paham juga bahwasanya organisasi yang dibuat manusia pasti ada kekurangannya karena mereka hanya kumpulan orang-orang yang ada kekurangan satu sama lain yang ingin menyatukan tujuan agar cita-cita yang diimpikan bisa cepat tercapai. Karena sehebat apapun gagasan dan ide kita kalau kita mengerjakannya sendiri, yakinlah itu tidak bisa direalisasikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu yang harus diingat saat kita mengalami konfik dalam sebuah organisasi adalah kita harus mengingat sejauh mana kontribusi organisasi ini dalam perubahan diri kita. Kalau memang saat kita bersama lebih membawa kebaikan kepada diri kita daripada kita sendiri, alangkah lebih baiknya kita merefleksikan diri kita apakah yang kita lakukan ini yang terbaik atau sebaliknya, atukah konflik ini terjadi karena keegoisan dan ketidakdewasaan kita dalam bersikap.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan saat saya mengalami konflik, yang saya lakukan adalah menyendiri. Memang menyendiri bagus untuk memuhasabah diri kita sejauh mana perjalanan dalam organisasi ini, apa kekurangan kita dan apa kekurangan dalam organsiasi ini. Tapi ternyata kalau kita menyendiri terlalu lama justru kontraproduktif yang akan kita alami. Hari – hari lebih banyak dilewati dengan kesendirian ternyata membuat futur. Ternyata memang benar semuanya harus tawazun atau seimbang. Contohnya kita makan, makananan seenak apapun kalau kita makannya berlebihan pasti tidak baik. Untuk itulah menyendiri tidak salah asalkan tidak kebablasan.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu lagi kalaupun memang dalam organisasi itu ada orang yang memang kita kurang menyukainya, cobalah kita berbuat baik dan mengasihi kepadanya. Insya Allah itu akan mengembalikan kondisi kita dari futur. Berbuat baiklak kepada semua orang karena Rasulullah Saw pernah bersabda</p>
<p style="text-align:justify;">“Barang siapa yang tidak mengasihi manusia, dia tak akan dikasihi oleh Allah” (HR Bukhari-Mulsim)</p>
<p style="text-align:justify;">Ya itu sedikit sharing pengalaman saja saya dalam berorgansisai dan semoga kita selalu bersama dalam hal kebaikan. Dan ingat jangan pernah menyendiri terlalu lama, carilah organisasi/jamaah yang akan membuat diri kita menjadi lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Wallahualam…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogsaep.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogsaep.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogsaep.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogsaep.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogsaep.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogsaep.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogsaep.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogsaep.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogsaep.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogsaep.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogsaep.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogsaep.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogsaep.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogsaep.wordpress.com/304/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogsaep.wordpress.com&amp;blog=7437938&amp;post=304&amp;subd=blogsaep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/20/lama-sendiri-bikin-futur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6a12135a886469ea909201cd1baf912b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Saepudin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogsaep.files.wordpress.com/2012/01/dark-thinking-loneliness-alone-broken23.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Sendiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Mesin Penggerak</title>
		<link>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/18/296/</link>
		<comments>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/18/296/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 01:35:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Birma Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogsaep.wordpress.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita perhatikan disekitar kita dengan hati yang bersih pasti kita akan bisa mengambil hikmah dari kehidupan ini. Cobalah lihat bagaimana awan bergerak meniup layar kapal dilautan dan membawa awan hujan yang akan menyirami bumi ini, bagaimana planet ini terus berputar mengitari matahari secara beraturan dan semuanya serba teratur. Dan bagaimana tubuh ini bergerak secara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogsaep.wordpress.com&amp;blog=7437938&amp;post=296&amp;subd=blogsaep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://blogsaep.files.wordpress.com/2012/01/images.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-297" title="images" src="http://blogsaep.files.wordpress.com/2012/01/images.jpg?w=150&#038;h=108" alt="" width="150" height="108" /></a>Kalau kita perhatikan disekitar kita dengan hati yang bersih pasti kita akan bisa mengambil hikmah dari kehidupan ini. Cobalah lihat bagaimana awan bergerak meniup layar kapal dilautan dan membawa awan hujan yang akan menyirami bumi ini, bagaimana planet ini terus berputar mengitari matahari secara beraturan dan semuanya serba teratur. Dan bagaimana tubuh ini bergerak secara otomatis, jantung terus berdetak tanpa kita perintah begitupun dengan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh, akan ada disaat tubuh ini membutuhkan. Seharusnya kita yakin bahwasanya dibalik semua itu ada yang Maha Mengatur.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidakah kita berpikir buat apa kita hidup? Apakah kita hidup hanya sebatas mencari materi ataukah kita hidup hanya memenuhi hawa nafsu atau keinginan kita saja. Setiap hari ada orang yang lahir ke dunia ini tapi ada juga orang yang meninggal, apakah kita tidak berpikir buat apa semua ini. Sebenarnya hidup ini akan bermakna kalau kita bisa mengenal apa tujuan kita didunia ini. Banyak orang yang meninggal kemudian hanya meninggal nama dan tidak dikenang setelah itu karena mungkin dia belum menemukan tujuan hidupnya. Sudah selayaknya kita sebagai hamba Allah Swt, bisa menjalankan tujuan yang diberikan-Nya dalam kehidupan dunia ini.<span id="more-296"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi sebenarnya didalam kehidupan ini ada yang menggerakkan. Di dalam tubuh kita ada pusat penggerak yaitu otak. Tangan bisa mengambil karena ada stimulus dari otak, kaki bisa menendang karena ada stimulus juga dari otak. Jadi pusat penggerak dari tubuh kita ya otak itu sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah kita mengetahui bahwasanya dalam kehidupan ini ada yang menggerakkan begitu juga dalam setiap komunitas pasti ada yang menggerakkan. Menjadi seorang penggerak itu tidak harus seorang pemimipin tapi orang biasa pun bisa jadi seorang penggerak asal dia mempunyai sesuatu yang menjadi tujuan atau dukungan dari komunitas tersebut.<br />
Saya sering memperhatikan teman-teman saya yang notabene masih dalam usia pemuda yang berada di daerah, mereka sebenarnya semangat kalau ada kegiatan karena dengan kegiatan itu akan terjalin kebersamaan dan rasa memiliki pada diri seseorang dalam komunitas tersebut. Hanya saja yang menjadi permasalahan adalah tidak adanya orang yang bisa menggerakan para pemuda tersebut kedalam kegiatan yang positif. Kalau tidak diarahkan kepada kegiatan positif biasanya mereka kumpul-kumpul hanya ngobrol-ngobrol tidak jelas bahkan bisa sampai pagi, main kartu bahkan bisa bermain judi dan hal-hal negatif lainnya. Merekapun sering bilang bahwasanya mereka siap-siap saja kalau ada kegiatan asal ada yang menggerakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itu terkadang saya berpikir untuk menghindarkan mereka dari kegiatan yang negatif, salah saatu caranya adalah ada orang yang menggerakkan mereka dalam kegiatan positif. Karena sudah menjadi keniscayaan dalam sebuah komunitas ataupun organisasi ada seorang pemimpin/penggerak ada juga orang-orang pengikut/follower. Seorang pemimpin/penggerak tidak akan berjumlah banyak tapi seorang followerlah berjumlah paling banyak. Sejarahpun telah membuktikan hal itu kalau ita mau memperhatikan dan mengambil pelajaran dari sejarah kehidupan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan satu yang menjadi pertanyaan bagi kita semua adalah apakah kita orang yang menggerakkan ataukah kita hanya ikut-ikutan saja. Sudah seyogyanya ada seorang yang berkontibusi lebih, berpikir lebih, belajar lebih dan melangkah lebih untuk memberikan yang terbaik dan positif di lingkungan kita dan kehidupan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga kita menjadi penggerak ke arah yang lebih baik lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Wallahualam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogsaep.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogsaep.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogsaep.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogsaep.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogsaep.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogsaep.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogsaep.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogsaep.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogsaep.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogsaep.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogsaep.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogsaep.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogsaep.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogsaep.wordpress.com/296/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogsaep.wordpress.com&amp;blog=7437938&amp;post=296&amp;subd=blogsaep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/18/296/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6a12135a886469ea909201cd1baf912b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Saepudin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogsaep.files.wordpress.com/2012/01/images.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Mahzab Fiqih yang Berlaku Hanya Empat ?</title>
		<link>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/09/kenapa-mahzab-fiqih-yang-berlaku-hanya-empat/</link>
		<comments>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/09/kenapa-mahzab-fiqih-yang-berlaku-hanya-empat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 14:20:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Birma Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogsaep.wordpress.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah&#8230;Ada sebuah pertanyaan menarik tentang perbedaan dan semoga kita bisa mengambil hikmah dengan hati yang jernih. Dan semoga Allah Swt terus membimbing kita dalam mencari kebenaran. Tulisan ini sy ambil dari buku : Al Ghazali menjawab 100 soal keislaman. Pertanyaannya : Kenapa Mahzab Fiqih yang Berlaku Hanya Empat ? Para imam fiqih Islam yang Masyhur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogsaep.wordpress.com&amp;blog=7437938&amp;post=292&amp;subd=blogsaep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p style="text-align:justify;">Bismillah&#8230;<strong>Ada sebuah pertanyaan menarik tentang perbedaan dan semoga kita bisa mengambil hikmah dengan hati yang jernih. Dan semoga Allah Swt terus membimbing kita dalam mencari kebenaran.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tulisan ini sy ambil dari buku : Al Ghazali menjawab 100 soal keislaman.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pertanyaannya :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kenapa Mahzab Fiqih yang Berlaku Hanya Empat ?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Para imam fiqih Islam yang Masyhur ada empat. Dahulu jumlahnya ada dua sampai tiga kali lipat dari yang sekarang, hanya saja yang terbesar dan terbanyak pengikutnya tinggal empat, yaitu Abu Hanifah, Malik, Syafi&#8217;I dan Ibnu Hambal</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Apakah ini berlangsung secara kebetulan? Atau sesuai dengan hukum alam, yang paling baik yang akan tetap berjaya? Saya merasa tidak penting untuk menjawabnya. Tetapi saya ingin katakan ialah bahwa keempat imam ini merupakan puncak ketakwaan dan ma&#8217;rifah, dan tempat nasihat bagi umat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Perbedaan fiqih sebenarnya merupakan tanda-tanda kebaikan dan sama sekali tidak berdampak buruk hingga akhir zaman nanti, selama perbedaan itu tidak melampaui batas-batasnya, dan batas-batasnya itu ialah perbuatan furu&#8217;iyah (cabang).</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Adapun rukun agama, pilar iman, tiang akhlak karimah dan sandaran syariah, semuanya merupakan kesepakatan seluruh umat, baik di kalangan khusus maupun umum.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Yang memperbesar perbedaan fiqih serta membuat orang-orang sibuk mengurusnya ada dua faktor. <strong>Pertama, kebodohan orang-orang awam, dan senangnya seseorang dari mereka terhadap hukum yang sudah dikenalnya dan fanatik terhadapnya</strong>. Karena itu, kita lihat mereka mendahulukan fiqih &#8220;berkumur dan menghirup air&#8221; <em>(istinsyak)</em> daripada fiqih &#8220;memelihara perjanjian dan amanat.&#8221; Ini adalah keseatan yang nyata.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua, lamanya mengalami kerusakan politik dalam sejarah kita yang telah membungkam mulut untuk berbicara tentang fiqih administrasi negara, perundang-undangan, hubungan internasional, pokok-pokok permusyawaratan, dan fiqih kekayaan negara.</strong> Dan di sisi lain, ia telah berhasil menghasut para pengangguran untuk ikut-ikutan berbicara tentang banyak hal yang semestinya tidak perlu diperdebatkan sehingga &#8211; sebagai salah satu contoh saja &#8211; menjadikan banyak kalangan masyarakat meributkan hanya tentang masalah &#8220;meletakkan kedua tangan&#8221; dalam shalat. Sebaliknya, hati mereka tidak tergerak untuk mengusir para penjajah yang dengan seenaknya dan leluasa menguasai negeri-negeri Islam.</p>
<p style="text-align:justify;"> <span id="more-292"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Seandainya kaum muslim mau saling menolong untuk melaksanakan apa yang mereka sepakati &#8211; yaitu inti agama dan sebaian besar ajarannya &#8211; niscaya perbedaan-perbedaan yang ada justru akan menjadi salah satu instrumen perekat umat, bukan penyebab perpecahan dan permusuhan.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Keempat imam sebagaimana telah kita katakan adalah orang-orang besar dan mulia, akan tetapi mereka tidak <em>ma&#8217;shum</em> (terpelihara dari kesalahan), dan tidak ada seorang pun dari mereka yang mengharuskan umat untuk hanya mengikuti pendapatnya dan memang secara syar&#8217;i kita tidak diwajibkan untuk mengikuti salah satu dari mereka. Kita menghormatinya adalah semata-mata karena Sabda Rasulullah saw :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Tidaklah termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati orang-orang tua kami, tidak menyayangi anak-anak kecil kami, dan tidak mengenal kesopanan para ulama kami.</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Berikut saya ingin memaparkan beberapa contoh masalah khilaf.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Apakah orang yang menuduh berbuat zina kemudian bertaubat, persaksiannya diterima? Di antara ulama ada yang berpendapat bahwa persaksiannya tidak diterima selamanya dan ada juga yang mengatakan diterima. Pangkah masalahnya ialah penafsiran firman Allah swt. :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) kemudian mereka tidak mendatangkan empat orang saksi (pria yang menyaksikan kebenaran tuduhan), maka cambuklah mereka (yang menuduh) dalapan puluh (kali) cambukan, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya dan mereka itulah orang-orang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah). (Ketentuan hukum ini berlaku bagi semua yang melakukan hal serupa) kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu (sesudah dicambuk) dam memperbaiki (diri dengan beramal saleh), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih (QS. an-Nur [24] : 4-5).</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sebagian mengatakan: Pengecualian itu terletak setelah penyifatan fasik sehingga hukum penolakan persaksian itu masih tetap seperti semula. Sementara ulama lainnya mengatakan : Pengecualian itu kembali kepada kedua penggalan kalimat sebelumnya sehingga dengan demikian persaksiannya bisa diterima setelah bertaubat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Orang-orang yang bertaubat dari kriminal perampokan, apabila menyerahkan diri sebelum ditangkap aparat keamanan, maka taubatnya diterima dan hukumannya menjadi gugur berdasarkan firman Allah swt. :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Kecuali orang-orang yang taubat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; maka ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih (QS. al-Ma&#8217;idah [5]: 34).</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Maka apakah hukuman hudud bisa gugur dari orang yang melakukan pencurian atau perzinaan apabila bertaubat?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Di antara fuqaha ada yang menggugurkan hukuman dengan menerapkan <em>qiyas</em> (analogi) beserta dalil Sunnah yang diriwayatkan dari Anas bin Malik: Saya bersama Nabi saw. lalu datanglah seorang laki-laki seraya berkata, &#8220;Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya telah melakukan perbuatan dosa yang dikenakan <em>hudud</em>, maka laksanakanlah terhadap diri saya.&#8221; Anas berkata, &#8220;Nabi saw. tidak bertanya apa, lalu tiba waktu shalat maka orang itu ikut shalat bersama Nabi saw. Seusai shalat, orang itu kembali menghadap Nabi saw. dan mengatakan, &#8220;Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya telah melakukan perbuatan dosa yang harus dikenakan <em>hudud</em>, maka laksanakanlah terhadap diri saya Kitabullah!&#8221; Maka beliau bersabda: &#8220;Bukankah kamu telah ikut shalat bersama kami?&#8221; Orang itu menjawab, &#8220;Benar&#8221;. Beliau bersabda: &#8220;Sesungguhnya Allah <em>azza wa jalla</em> telah mengampuni dosamu.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sementara fuqaha lain melihat keharusan dilaksanakannya hukuman <em>hudud</em> dengan menolak <em>qiyas</em> dan menakwilkan hadits yang ada. Masing-masing memiliki pendapat dan tidak ada yang diragukan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dalam fiqih keluarga, kita membaca syariat <em>khulu&#8217;.</em> Saya tidak habis pikir, kenapa hukum ini diabaikan? Mengapa pengadilan menyuruh aparat keamanan mengantarkan sang istri yang meminta dicerai itu ke rumah sang suami?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Apakah <em>khulu&#8217;</em>  itu merupakan perceraian atau pembatalan akad nikah? Dalam masalah ini terdapat perbedaan pendapat. Secara lahiriah, ayat al-Quran menunjukkan bahwa <em>khulu&#8217;</em> adalah pembatalan karena Allah swt. berfirman :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Talak (yang dapat dirujuki) dua kali</em> (QS. al-Baqarah [2]: 229).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kemudian berfirman :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Setelah itu (suami) boleh menahan dengan cara yang patut (rujuk lagi dengan cara yang baik) atau menceraikan tanpa boleh kembali lagi dengan cara yang baik  </em>(QS. al-Baqarah [2]: 229).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Lalu kata <em>tasrih</em> (menceraikan) ditafsirkan oleh firman-Nya:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Maka jika dia (suami) menalaknya (sesudah talak yang kedua), maka dia (bekas istrinya) tidak halal (lagi) baginya sesudah itu hingga dia menikah lagi dengan suami selainnya (QS. al-Baqarah [2]: 230).</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sebelum <em>khulu&#8217;  </em>didahului oleh hukum perceraian dengan firman-Nya:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Maka jika kamu khawatir bahwa keduanya tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh (istri) untuk menebus dirinya (QS. al-Baqarah [2]: 229).</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Secara jelas, ayat ini menunjukan bahwa pengembalian mahar oleh istri merupakan pembatalan akad nikah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sementara ulama lain berpendapat bahwa <em>khulu&#8217;  </em>merupakan perceraian <em>bain</em> berdasarkan hadits yang ada. Sebenarnya, saya sendiri ragu terhadap pendapat ini berdasarkan firman Allah swt. :</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>Maka apabila mereka telah mendekati akhir (masa iddah) mereka, maka rujuklah mereka dengan cara yang ma&#8217;ruf atau ceraikanlah mereka dengan cara yang ma&#8217;ruf (pula), dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil dari kamu (kaum Muslim) dan hendaklah kamu menegakkan kesaksian itu karena Allah. Itulah yang dinasihatkan kepada orang-orang di antara kamu yang beirman kepada Allah dan hari kemudian</em> (QS. ath-Thalaq [65]: 2).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bagaimana mungkin hukum kesaksian Sunnah mengalahkan dalil berkekuatan <em>qath&#8217;i</em> (al-Quran)? Saya sangat menduga bahwa tradisi-tradisi yang mengimpit kaum perempuan dari semenjak dahulu memiliki andil besar dalam terjadinya kekecauan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan penelitian ilmiah mengharuskan kita menghormati syariat <em>khulu</em>&#8216; yang telah diabaikan ini, sebagaimana wajibnya ada saksi atas perceraian ini.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kita tinggalkan fiqih keluarga menuju fiqih ibadah. Dahulu saya pernah lama sekali sibuk dalam kepengurusan organisasi masjid sedunia. Saya menyaksikan fenomena-fenomena perbedaan pendapat antara keempat imam mahzab. Yang satu berqunut dalam Shalat Shubuh, sementara yang lain diam. Yang satu melakukan shalat sunat sebelum maghrib, sementara yang lain mengatakan tidak disunatkan. Yang satu melakukan Shalat Tahiyat al-Masjid di tengah-tengah imam sedang membacakan khutbah, sementara yang lain langsung duduk. Yang satu membaca Surah al-Fatihah di belakang imam, sementara lainnya diam. Yang satu bersedekap dan meletakkannya tepat pada pusarnya, sementara lainnya diatas dada dan yang lain lagi melepaskannya, tidak bersedekap.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Seorang teman mengatakan kepada saya, &#8220;Apakah perbedaan-perbedaan ini membuatmu senang?&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Saya katakan, &#8220;Saya selalu memprioritaskan persatuan. Perhatian saya lebih banyak terfokus kepada esensi daripada sekedar bentuk luar, di samping di sana terdapat banyak pandangan-pandangan <em>fiqhiyah</em> di balik berbagai macam perbedaan yang ada yang harus dihormati bersama.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Problem sebenarnya tidak terletak pada perbedaan fiqih itu sendiri, melainkan di balik itu, yaitu fanatisme. Orang yang tidak melakukan qunut pada Shalat Shubuh dan melarang orang lain melakukannya mengira dirinya telah menyelamatkan kesucian Islam dari perilaku bid&#8217;ah yang bisa menyeret ke neraka!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Problem sesungguhnya terletak pada kedangkalan pemikiran dan sempitnya jiwa yang menyelimuti mereka. Ini semua merupakan bencana yang bisa merusak ketaatan. Dan saya kira shalat disertai dengan fanatisme seperti ini tidak akan diterima!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya, orang-orang yang fanatik ini hidup dalam tempurung yang tebal, seperti anak ayam yang hidup dalam cangkangnya sebelum pecah. Tidak bisa melihat bumi dan langitnya, kecuali tempat yang sempit itu. Tidak ada perbedaan dalam unsur-unsur pokoknya. Hati yang khusyuk, pikiran yang bersih, amanat yang senantiasa dipelihara dalam kehidupan seseorang di muka bumi ini semenjak dewasa hingga bertemu dengan Tuhannya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kaum Muslim silahkan berbeda pendapat dalam masalah-masalah <em>amaliyah furu&#8217;iyah</em> (cabang) dalam empat mahzab atau delapan. Bahaya tidak akan timbul dari perbedaan semacam ini, namun ia akan timbul dari hati-hati yang rusak.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Perbedaan memang pasti ada. Salah satu pendapat harus dipilih manakalah berkaitan dengan negara, administrasi negara, dan undang-undang yang berhubungan dengan darah, harta, dan kehormatan. Sebagai contoh, seorang faqih berpendapat bahwa talak bid&#8217;ah bisa terjadi, sementara faqih lainnya berpendapat bahwa hal itu gugur. Apakah instrumen negara harus menunggu keputusan mana yang lebih kuat di antara kedua ijtihad itu? jika demikian, masalahnya tidak akan terpecahkan. Merupakan hak negara untuk memilih mahzab fiqih tertentu dalam mengurus berbagai perkara dan memelihara hak-hak sesuai dengan teks-teksnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Apakah obat-obatan terlarang digolongkan dalam khamar (minuman keras) sehingga seseorang bila mengkonsumsinya akan dijatuhi hukuman atau tidak? Merupakan hak negara untuk memilih mahzab fiqih tertentu yang menetapkan hukuman itu semua, lalu mengabaikan mahzab-mahzab lainnya.</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogsaep.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogsaep.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogsaep.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogsaep.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogsaep.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogsaep.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogsaep.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogsaep.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogsaep.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogsaep.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogsaep.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogsaep.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogsaep.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogsaep.wordpress.com/292/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogsaep.wordpress.com&amp;blog=7437938&amp;post=292&amp;subd=blogsaep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsaep.wordpress.com/2012/01/09/kenapa-mahzab-fiqih-yang-berlaku-hanya-empat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6a12135a886469ea909201cd1baf912b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Saepudin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bela Diri Untuk Mengalahkan Diri Sendiri</title>
		<link>http://blogsaep.wordpress.com/2011/03/29/bela-diri-untuk-mengalahkan-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://blogsaep.wordpress.com/2011/03/29/bela-diri-untuk-mengalahkan-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 12:09:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Birma Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogsaep.wordpress.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Setiap manusia pasti mempunyai sistem pertahanan diri sendiri, secara tidak sadar saat kita merasa terancam pasti kita akan melawan dan karena itulah sejak zaman dahulu kala manusia sudah mengenal bela diri sebagai sebuah sistem pertahanan yang dikembangkan baik untuk membela diri dari ancaman ataupun sebagai usaha untuk menyerang dengan berbagai motif yang melatar belakanginya. Dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogsaep.wordpress.com&amp;blog=7437938&amp;post=285&amp;subd=blogsaep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://blogsaep.files.wordpress.com/2011/03/172865_203720959653976_100000482213185_791092_2415342_o-11.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-288" title="Thifan Po Khan Tsufuk" src="http://blogsaep.files.wordpress.com/2011/03/172865_203720959653976_100000482213185_791092_2415342_o-11.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a>Setiap manusia pasti mempunyai sistem pertahanan diri sendiri, secara tidak sadar saat kita merasa terancam pasti kita akan melawan dan karena itulah sejak zaman dahulu kala manusia sudah mengenal bela diri sebagai sebuah sistem pertahanan yang dikembangkan baik untuk membela diri dari ancaman ataupun sebagai usaha untuk menyerang dengan berbagai motif yang melatar belakanginya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan kalau kita perhatikan disetiap negara ataupun lingkungan pasti mempunyai ciri khas bela diri yang mempresentasikan daerahnya. Di cina kita mengenal kungfu atau wushu, di jepang kita mengenal karate, di dunia barat kita mengenal tinju dan di Indonesia sendiri kita mengenal pencak silat sebagai budaya leluhur bangsa ini. Dan setiap bela diri itu mempunyai ciri khasnya masing-masing, di barat lebih mengutamakan kekuatan dikarenakan kondisi fisik mereka yang besar-besar dan di cina lebih mengutamakan kecepatan dan ketepatan, ya semuanya itu dikarenakan kondisi lingkungan mereka yang berbeda-beda.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi tahukan sahabat semuanya bahwasanya setiap beladiri sebagian besar mempunyai misi tertentu, terutama tentang falsafah yang melatar belakangi ideologi bela diri tersebut. Karena itulah sebagai seorang muslim alangkah baiknya kita mempelajari ilmu beladiri sesuai dengan ajaran Islam itu sendiri. Terutama sikap posisi tangan yang terkadang melambangkan ideologi agama tertentu, bukan berarti kita anti dalam mempelajari ilmu beladiri yang lain yang jelas kita harus bisa lebih selektif dengan sesuatu yang berbeda dengan akidah kita sebagai seorang muslim.<span id="more-285"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dan sebagai muslim alangkah baiknya kita mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari fikriyah kita, ruhiyah kita dan jasadiyah kita agar semuanya seimbang karena Islam mengajarkan ketawadzunan dalam hidup ini karena apabila salah satunya timpang maka yang terjadi adalah ketidakstabilan diri. Kalau orang terlalu mengandalakan fikriyahnya yang terjadi adalah keanehan dalam berpikir dan mempertuhankan ilmu pengetahuan ataupun logikanya, kalau orang terlalu mengandalkan ruhiyahnya yang terjadi adalah soleh sendiri dan kurangnya interaksi antar sesama manusia, kurangnya amal nyata yang harus dilakukan oleh umat Islam sekarang ini untuk berdakwah. Dan kalau terlalu mengandalkan jasmaninya yang terjadi adalah menjadi orang sok jagoan dan merasa paling kuat, menyelesaikan segala sesautunya dengan fisik. Karena itulah sudah sepatutnya kita tawadzun dalam segala hal, kita memberikan asupan fikriyah kita dengan cara banyak membaca dan belajar di sekeliling kita, kita memberikan asupan ruhiyah kita dengan beribadah kepada Allah SWT dengan cara yang benar yang sudah dicontohkan oleh Rasul kita, Shalat, tilawah dll. Dan kita memberikan asupan jasadiyah kita dengan cara riyadoh bisa dengan lari atau joging maupun mempelajari ilmu beladiri yang sesuai dengan akidah kita sebagai muslim.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan yang coba saya soroti disini adalah lebih kepada jasadiyah kita teruama mempelajari beladiri yang sesuai dengan Islam. Kalau kita mempelajari siroh nabi sebenarnya kita harus paham bahwasanya Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya adalah orang-orang yang kuat, bayangkan mereka berperang dengan kondisi gurun pasir yang panas, menerjang teriknya matahari demi tegaknya kalimatullah, bahkan di bulan puasa pun Rasul dan sahabatnya harus berperang. Tapi mereka adalah hamba Allah yang kuat dalam segi ruhiyah, fikriyah dan jasadiyahnya. Bahkan dalam sebuah siroh Nabi Muahmmad SAW harus melewati gurun pasir yang panas dengan baju besinya yang berat dan itu membuktikan betapa kuatnya kondisi fisik beliau. Karena itulah dalam sebuah hadis Allah lebih menyukai hambanya yang kuat dari pada hambanya yang lemah.</p>
<p style="text-align:justify;">Bayak motif ataupun latar belakang seseorang dalam mempelajari beldiri, tapi apapun latar belakang awalnya saat dia mempunyai dan mulai menguasai bela diri tersebut dia pasti akan merasa lebih kuat dan bahkan siap kalau-kalau ada kondisi yang dia harus mengeluarkan ilmu tersebut. Tapi yang harus dicamkan adalah jangan sampai kita merasa uzub ataupun takabur karena banyak orang yang lebih terampil dan hebat dari kita. Istilahnya diatas langit masih ada langit lagi yang lebih tinggi, ada sebuah pepatah mengatakan “kita memeng bukan murid/tamid terbaik tapi kita adalah murid/tamid terampil” yang kalau kita pahami berarti kita harus berusaha untuk mempelajari ilmu bela diri ini dengan sungguh-sungguh akan tetapi masih banyak orang yang lebih hebat dari pada kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan satu yang harus dipahami lagi adalah kita belajar beladiri bukan untuk mengalahkan orang lain tapi mengalahkan diri sendiri. Karena yang paling berat adalah mengalahkan ego ataupun hawa nafsu kita karena ingin mengalahkan orang lain, sebenarnya kita dikatakan kuat apabila kita mengalahkan ego tersebut. Terkadang kita terlalu reaktif apabila ada seseorang yang merasa ancaman bagi kita padahal ancaman itu hanyalah sebatas verbal dan tidak mejadi masalah yang besar jikalau kita menghadapinya dengan bijak dan kepala dingin. Cobalah kita ambil filosofi binatang tsufuk/wolverine yang ada di siberia, binatang itu jika merasa terancam oleh musuhnya dia tidak terlalu reaktif hanya diam sambil mengamati gerak-gerik musuhnya dan ketika musuhnya itu datang barulah binatang tsufuk itu menyerangnya bahkan bisa membunuhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu manfaat yang saya rasakan dari belajar beladiri adalah selain tentunya kebugaran fisik yang terjaga ternayata melatih kepercayaan diri kita. Kepercayaan yang dibatasi oleh sikap yang efektif dan tidak berlebihan. Semoga saja kita adalah orang yang diberi kemampuan untuk tawadzun dalam segala hal baik itu fikriyah, ruhiyah dan jasmaniyah kita agar semuanya sesuai dengan koridor yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Wallahualam bishawab&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogsaep.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogsaep.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogsaep.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogsaep.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogsaep.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogsaep.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogsaep.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogsaep.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogsaep.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogsaep.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogsaep.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogsaep.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogsaep.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogsaep.wordpress.com/285/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogsaep.wordpress.com&amp;blog=7437938&amp;post=285&amp;subd=blogsaep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsaep.wordpress.com/2011/03/29/bela-diri-untuk-mengalahkan-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6a12135a886469ea909201cd1baf912b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Saepudin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogsaep.files.wordpress.com/2011/03/172865_203720959653976_100000482213185_791092_2415342_o-11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Thifan Po Khan Tsufuk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masalah Itu Menyenangkan</title>
		<link>http://blogsaep.wordpress.com/2011/03/25/masalah-itu-menyenangkan/</link>
		<comments>http://blogsaep.wordpress.com/2011/03/25/masalah-itu-menyenangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Mar 2011 02:37:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Birma Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogsaep.wordpress.com/?p=279</guid>
		<description><![CDATA[Sahabat sudah berapa lama kita diamanahkan umur dah waktu, mungkin sudah berapa kali masalah yang kita hadapi dan seharusnya kita semakin mengerti tentang karakteristik kehidupan yang beragam dan kadang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kalau kita mau merenung sedikit saja tentang kehidupan ini sudah selayaknya kita menyadari dan mencari tahu untuk apa kita hidup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogsaep.wordpress.com&amp;blog=7437938&amp;post=279&amp;subd=blogsaep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sahabat sudah berapa lama kita diamanahkan umur dah waktu, mungkin sudah berapa kali masalah yang kita hadapi dan seharusnya kita semakin mengerti tentang karakteristik kehidupan yang beragam dan kadang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kalau kita mau merenung sedikit saja tentang kehidupan ini sudah selayaknya kita menyadari dan mencari tahu untuk apa kita hidup di dunia ini. Apakah kehidupan ini untuk memenuhi kebutuhan hidup saja, apakah kehidupan ini untuk berhura-hura saja atau akankan kehidupan ini digunakan untuk memeuhi hawa nafsu semata.</p>
<p style="text-align:justify;">Kehidupan itu ibarat kita sekolah, saat kita kelas satu SD yang kita pelajari hanyalah pelajaran yang sesuai dengan kurikulum untuk kelas satu SD dan setiap pelajaran yang kita terima pasti ada ujiannya untuk menilai seberapa paham kita dengan pelajaran yang sudah diberikan oleh guru kita. Dan kalau kita lulus ujian itu kita pasti naik ke kelas dua dan kalau kita tidak lulus kita masih tinggal di kelas satu SD untuk mengulang pelajaran tersebut. Bagi siswa yang sungguh-sungguh dia akan mendapatkan ranking dari hasil jerih payahnya.<span id="more-279"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kita analogikan sekolah dengan kehidupan sebenarnya ada persamaan, karena Allah SWT memberikan ujian kehidupan kita salah satunya dengan masalah. Saat kita berhasil melewati masalah tersebut yakinlah bahwasanya kita sudah naik level ke yang lebih tinggi tapi kalau kita belum berhasil melewati masalah itu maka Allah SWT akan menguji kembali dengan cobaan yang mempunyai kadar kesukaran yang setara. Yakinlah bahwasanya Allah SWT memberikan cobaan kepada kita sepaket dengan jalan keluarnya tinggal kita berikhtiar agar mendapatkan jalan keluar tersebut sesuai dengan tuntunan-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">sebenarnya Allah SWT tidak memberikan cobaan diluar kemampuan orang tersebut. Dalam surah Al baqarah Allah SWT berfirman :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): &#8220;Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma&#8217;aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sahabat kita terkadang merasa cobaan demi cobaan yang datang kepada kita terasa berat dan sesak tapi ketahuilah bahwasanya itu merupakan sarana Allah SWT untuk menaikkan derajat kita. Yakinlah di setiap kesulitan pasti ada kemudahan, kita harus bersyukur dengan cobaan berarti Allah SWT masih sayang kepada kita dan mengingatkan kita untuk lebih mendekat kepada-Ny.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya yang menjadi masalah terkadang bukan masalah itu tapi diri kita sendiri yang membuat masalah itu semakin rumit dan susah untuk menemukan penyelesaian terbaik. Cobalah untuk berpikir jernih dan tenang dalam setiap kondisi dan keadaan apapun karena bersikap reaktif berlebihan terkadang bukan membuat keadaan menjadi lebih baik. Banyak orang lalai dan lupa kepada Allah SWT bukan dari kesusahan akan tetapi kesenangan, dengan kita diberikan cobaan dan masalah insya Allah itu sarana untuk mendekatkan kita kepada Allah SWT, untuk membuat hati kita menjadi lebih ikhlas dan membuat mental kita menjadi lebih kuat.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada beberapa hal yang harus kita yakini saat menghadapi sebuah cobaan :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Yakinlah bahwasanya Allah tidak akan membebani sesuatu diluar kemampuan orang tersebut, jadi sesulit apapun kita harus yakin kalau kita benar jalan keluar akan ada. Inysa Allah</li>
<li>Cobaan akan membuat mental kita lebih kuat karena pelaut ulung tidak hidup di laut yang tenang tapi mereka hidup di laut yang gelombang lautnya deras.</li>
<li>Setiap cobaan pasti Allah sudah memberikan sepaket dengan penyelesaiannya. Ibarat kan sebuah mobil yang kacanya tertutup lumpur, bukan berarti tidak ada jalan di depan akan tetapi mungkin hati kita yang terlalu kotor dan banyak dosa sehingga tidak mampu melihat jalan keluar yang sebenarnya ada di depan kita. Untuk itulah kita harus membersihkan hati kita dari dosa-dosa yang menutupi jalan keluar itu.</li>
<li>Masalah yang kita hadapi tidak lebih besar dari pada pendahulu kita. Coba banyangka Nabi Muhammad SAW berjuang dan berdakwah di tengan-tengah kondisi masyarakat yang jahil. Beliau diintimidasi, diinterpensi bahkan diperangi tetapi beliau tetap sabar dengan usaha yang maksimal.</li>
<li>Allah SWT memberikan cobaan untuk menaikkan derajat kita kalau kita bisa melewatinya.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p>Wallahu’alam bissahawwab</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogsaep.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogsaep.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogsaep.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogsaep.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogsaep.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogsaep.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogsaep.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogsaep.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogsaep.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogsaep.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogsaep.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogsaep.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogsaep.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogsaep.wordpress.com/279/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogsaep.wordpress.com&amp;blog=7437938&amp;post=279&amp;subd=blogsaep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogsaep.wordpress.com/2011/03/25/masalah-itu-menyenangkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6a12135a886469ea909201cd1baf912b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Saepudin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
