Tips Bertarung

Tulisan ini terilhami selama saya belajar beladiri, terutama beladiri yang saya pelajari sekarang adalah Thifan Po Khan Tsufuk. Ya walaupun sebenarnya saya menjadi tamid tsufuk sekitar 1,5 tahun jadi masih ecek-ecek. Hehe :D

Dan janga berpikiran saya uda mahir ya, justru saya masih awam dalam beladiri, saya hanya ingin sedikit berbagi saja pengalaman saya. Kalau memang ada kesalahan dan masukan mohon untuk diklarifikasi ya…

Tanggal 29 Januari 2012 adalah ujian kenaikan tingkat, jadi saya sebisa mungkin untuk mempersiapkan diri daripada pas turgul/sparing bonyok (lebay ya :D ) mendingan berlelah-lelah dahulu. Kan ada sebuah peribahasa lebih baik mandi keringan daripada mandi darah. Artinya lebih baik kita latihan yang maksimal daripada pas harinya kita keyok…haha

Jadi ini tips ini lebih kepada persiapan saya untuk ujian tingkat karena kalau ketemu tamid dari lanah lain kita ga tahu karakteristik bertarung mereka. Karena saya pernah dengar dari sahabat saya kalau gaya bertarung dari daerah bandung mah nyantai karena kondisi alamnya yang sejuk. Dan kalau gaya bertarung dari daerah yang panas seperti daerah Jakarta, Depok, Surabaya cenderung agak keras (Ini kata teman saya lo jadi belum bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah..hehe).

Pemahaman ini lebih banyak dari pengalaman dan masukan ustad/pembimbing saya. Jadi tipsnya adalah

  • Mata melihat ke depan atau arah lawan

Ya pengalaman saya adalah kalau pas tarung/turgul terkadang suka lihat kebawah. Nah, terkadang kita fokus pada tangan dan kaki lawan, tidak fokus kepada mata dan pikiran lawan. Jadi kita sulit untuk mengantisipasi serangan lawan selanjutnya. Akhirnya jebret kena dech.. :D

  • Kalau di serang jangan diam tapi serang balik

Pernah inget ga filosofi sepak bola bertahan yang paling baik adalah serangan, ip man filosofi bertarungnya bertahan sambil menyerang sedangkan bruce lee filosofinya jangan menunggu kita diserang dulu tapi saat serangan itu kita potong serangannya. Jadi intinya, saat kita diserang sebenarnya pertahanan mereka kosong jadi itulah momentum yang bagus buat menyerang. Jangan nunggu mereka selesai menyerang kita dulu dan kita bertahan karena saat kita mau menyerang balik mereka sudah siap kembali jadi kita sulit untuk mencari celahnya.

  • Jangan mau ditekan

Ya walaupun ukuran badan saya yang mungil, tapi pembimbing saya bilang jangan mau ditekan. Kalau kita terus-terusan ditekan, efek selanjutnya mental mereka akan lebih percaya diri sedangkan kepercayaan diri kita semakin berkurang.

  • Kalau dalam zona serang, ya kita serang

Terkadang yang saya alami saking hati-hatinya sehingga tidak ada yang menyerang, semuanya pada diem. Jadi kalau memang sudah dalam zona jangkauan kita ya kita serang kalau tidak bersiap-siaplah kita yang diserang.

  • Harus tenang

Ketenangan adalah modal penting dalam bertarung, kalau kita tidak tenang dan banyak perasaan was-was justru itu kurang baik. Sebanyak apapun jurus yang kita punya percuma karena pikiran kita yang tidak tenang. Ya ini lebih ke pengalaman saya saat saya bertarung dengan tingkatan yang lebih tinggi saya kurang berkembang karena pikiran saya kurang tenang. Tapi saat bertarung dengan lawan yang tingkatannya dibawah saya justru jurusnya lebih aplikatif. Dan ketenangan ini akan berkembang kalau kita rajin berlatih dan bertarung.

  • Jangan pernah meremehkan lawan

Kalau kita lihat orang itu badannya lebih kecil dari kita terkadang kita punya pikiran diatas angina, padahal boleh jadi dia lebih baik daripada kita.

  • Jangan lupa lindungi kepala
Kepala adalah bagian vital dalam diri manusia, karena didaerah kepala ada pusat keseimbangan kita yaitu di sekitar telinga. Jadi terkadang kalau kita merasa diatas angin dalam pertarungan dan kita keasyikan menyerang, eh tahu-tahu pertahanan kepala kita terbuka. Dan saya sering diingatkan oleh pembimbing saya jangan lupa lindungi kepala, karena kalau uda kena kepala. Aduh lumayan dach… :D

Ya itu sedikit berbagi pengalaman dari saya dan kalau ada masukan dan koreksi kasih tahu saya ya…hehe

Semoga bermanfaat

Wallahualam…

Categories: Beladiri, Sharing Pengalaman | 8 Komentar

Post navigation

8 thoughts on “Tips Bertarung

  1. Trims dah sempat mampir ke blogku..wah dulu aku juga pernah bercita-cita jadi atlet beladiri hehe..salam kenal..

  2. Iya salam kenal juga, kita sebagai muslim mempersiapkan segala kemampuan kita dan bisa jadi ilmu ini dibutuhkan. :D

  3. Ikuti gerak hati,
    jangan berharap menang,
    jangan khawatir kalah,
    jangan pikirkan lawan,
    jangan takutkan diri,

    bergeser dan bergerak jangan dipikir,
    biarkan energimu membimbing arah serangan,

    paham?

  4. Terima kasih pak atas masukannya. Patut dicoba :D

  5. abdul hamid arif

    akh,kalau boleh tahu tempat beladir thifan disurabaya dimana ya?

  6. wahHh… dah 1,5 tahun ya..!!! kemarin ikut ujan ya..?? sayang banget ana kagak bisa ikut..lg ujian smester kemarin akh..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.